KONSEP PENDIDIKAN LEMBAGA PENDIDIKAN AL-HIKMAH (LPH)

Sabtu, 30 Januari 2010

1. TUJUAN PENDIDIKAN LPH :

Tujuan pokok pendidikan dan pengajaran di Lembaga Pendidikan Al-Hikmah pada dasarnya ada dua yaitu : menumbuh kembangkan fithrah manusia dan menumbuh kembangkan fungsi manusia sebagai hamba Allah SWT.

Dengan menumbuh kembangkan fithrah manusia , dimaksudkan agar seluruh aktivitas dalam hidup dan kehidupannya ditujukan hanya karena Allah, yaitu menyembah, mengabdi dan beribadah hanya untuk Allah dan hanya karena Allah Swt (51:56, 20:14, 98 : 5). dan selalu berpedoman pada Al-Quran dan Al-Hadits. Diharapkan para siswa memiliki aqidah dan akhlaq mulia, istiqomah dengan tertib dalam ibadah serta memiliki kepedulian (komitmen) terhadap Islam yang tinggi (IMTAQ).

Sedangkan menumbuh kembangkan fungsi manusia, diharapkan agar siswa memiliki kemampuan untuk menjadi kholifah (pemimpin) dimuka bumi (2 : 30), memiliki kemampuan untuk memperhatikan, mengamati, meneliti, menganalisa, mengelola dan memanfaatkan alam semesta , serta berusaha untuk melestarikannya.. Dengan demikian siswa memiliki kemampuan intelektual , keterampilan dan kepedulian social yang baik (IPTEK) Bila kedua tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik, maka insya-Allah siswa-siswa Lembaga Pendidikan Al-Hikmah akan menjadi manusia paripurna (insan kamil), yang memiliki derajat tinggi ( Al-Mujadilah 58 : 11 )

“….. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (58 : 11).

13- …...... Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al-Hujuraat 49 : 13).

Secara lebih konkrit tujuan pendidikan di LPH sama dengan tujuan pendidikan Nasional (membentuk manusia Indonesia seutuhnya), hanya saja setiap jabaran tujuan pendidikan nasional harus diusahakan bernilai Islami. Rumusan tujuan pokok ini dapat dijabarkan secara lebih aplikatif pada setiap jenjang pendidikan mulai Play Group sampai dengan jenjang menengah atas. Pada tiap jenjang harus ada rumusan konkrit, tentang target, sesuai dengan rumusan umum tersebut; bahkan kalau mungkin dirumuskan targetnya disetiap kelas atau tingkat.

Dengan adanya target yang jelas, materi ajar yang akan disampaikan akan makin mudah dipilih dan metodenyapun dapat dipilih sesuai dengan materi, kondisi dan situasi.


2. KURIKULUM PENDIDIKAN LPH


Kurikulum yang digunakan harus relevan dengan tujuan yang ingin dicapai, oleh karena itu LPH berusaha memodifikasi kurikulum DEPDIKNAS, dengan cara substitusi dan integrasi dengan kurikulum DEPAG dan TPQ serta suplemen dari LPH sendiri.

Insya-Allah dengan upaya tersebut diatas diharapkan akan dapat :

a. Meningkatkan dan mengembangkan aktivitas, kreativitas dan kemampuan mengajar guru, serta memberikan kebebasan untuk improvisasi dalam pencapaian target.

b. Memberikan keleluasaan kepada siswa, untuk dapat mengembangkan diri, serta mengungkapkan pendapat dibawah bimbingan guru agar terarah kepada tujuan pendidikan yang dikehendaki.

c. Ditawarkan pula sistim pembelajaran Global Berstruktur dengan Model Qiroati melalui pendekatan keterampilan proses, untuk lebih memantapkan perolehan siswa dalam belajar.

Pembelajaran dengan menggunakan multi metoda dan multi media harus sesuai dengan materi dan kemampuan gurunya.

Untuk melaksanakan pembelajaran dengan multi metoda dan multi media yang relevan dengan upaya pengintegrasian nilai/norma serta materi-materi yang Islami (dengan rujukan Al-Qur’an dan Al-Hadits) kedalam semua bidang pendidikan dan pengajaran maka cara pelaksanaannya harus berpegang pada prisip sebagai berikut :

a. Integrasi nilai-nilai dan materi Islami kedalam semua bidang studi/mata pelajaran yang diajarkan.

b. Lebih menekankan kepada pendidikan dari pada pengajaran.

c. Berusaha menggunakan sistim pembelajaran global berstruktur dengan model Qiroati melalui pendekatan keterampilan proses, untuk melatih kemandirian belajar siswa, agar memperoleh dan menemukan hasil belajarnya sendiri. (Lebih baik memberi kail dari pada memberi ikan)

d. Guru berfungsi sebagai katalisator, motivator, fasilitator dan observator serta berperan sebagai “bapak”, “guru”, “teman” dan “komandan” sesuai dengan situasi dan kondisinya..

e. Dalam setiap pembelajaran harus diupayakan mencakup semua aspek yaitu afektif, kognitif, motorik dan konatif-volitif (jihad/semangat juang).

f. Memberikan keterampilan belajar kepada siswa.

g. Pembelajaran yang selalu menarik minat, rekreatif dan menyenangkan. Bukan pendidikan model buaya dan metode babi.

h. Memberikan pengayaan pada siswa yang maju dan memberikan remidi pada siswa yang lambat belajar.

Kurikulum yang digunakan LPH adalah kurikulum DIKNAS dengan jabaran Islami yang mempunyai sifat inovatif, fleksibel, adaptif - terbuka, berkesinambungan dan maju berkelanjutan..

Inovatif, artinya kurikulum yang selalu berkembang, dengan melakukan berbagai pengayaan materi yang sesuai dengan pokok bahasan (tidak statis).

Fleksibel, artinya dalam pelaksanaannya tidak kaku, selalu disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada.

Adaptif dan terbuka, artinya kurikulum LPH selalu menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan . Jadi kurikulum LPH selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman , namun tetap berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Berkesinambungan dan maju berkelanjutan, artinya kurikulum LPH selalu berkesinambungan antar bidang studi dan maju berkelanjutan antar jenjang; sejak jenjang yang paling rendah sampai jenjang yang paling tinggi. Termasuk berkelanjutan antar tingkat (kelas). dalam suatu jenjang.


3. GURU MUSLIM LPH


Guru merupakan prosesor pertama dan utama serta teladan dan idola bagi siswanya. Guru berusaha membuka akal dan hati dengan ijin Allah Swt. Dengan ijin Allah pula guru menjadikan yang tidak bisa menjadi bisa, yang tidak tahu menjadi tahu, yang buruk menjadi baik dan yang salah menjadi benar. Guru sebagai pengganti orang tua disekolah. Guru di LPH selain sebagai pendidik dan pengajar sekaligus juga berfungsi sebagai da’I, yang insya-Allah juga memiliki keikhlasan dan semangat juang (semangat jihad) yang baik.

Sebagai figur teladan siswa, seorang guru harus bertaqwa kepada Allah dengan memiliki aqidah yang kokoh, akhlaq yang baik, istiqomah dalam ibadah, berwawasan Islam yang luas, tartil baca Al-Qur’an dan berintegritas tinggi.

Disamping itu guru juga harus memiliki kelayakan akademis, menguasai materi, terampil membuat rencana pembelajaran, terampil menggunakan multi metoda dan media, terampil mengelola kelas, memiliki kemampuan berimprovisasi dan pengembangan materi, terampil mengevaluasi, mampu menyampaikan materi, tampil percaya diri, kreatif, dan terampil membuat laporan.


4. SARANA DAN PRASARANA


Sarana prasarana merupakan salah satu faktor yang penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. Kebutuhan ruang yang nyaman dan cukup, perpustakaan, laboratorium, komputerisasi, alat –alat media dan peraga, sarana olah raga, olah rasa (seni), work shop dan lain-lainnya akan lebih mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pendidikan


5. KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN


Secara umum kepemimpinan dan manajemen Lembaga Pendidikan Islam atau sekolah-sekolah Islam masih lemah dan belum memadai. Hal ini selain disebabkan kurangnya SDM yang handal juga karena komitmen SDM muslim yang ada pada umumnya sangat rendah. Disamping itu umat Islam umumnya belum banyak peduli dengan pendidikan, sehingga tidak banyak dana yang digunakan untuk kemajuan pendidikan. Akibatnya tenaga SDM yang baik banyak yang lari mencari penghasilan yang layak. Untuk itu LPH berusaha melakukan pemantauan kemampuan dan bakat serta semangat juang para kader, untuk dibina dan dilatih agar kemampuan kepemimpinan dan manajemennya dapat ditingkatkan, sesuai dengan tugas yang diembannya.

Seorang pemimpin diharapkan mampu menjadi leader sekaligus paham manajerial, supaya dapat mengelola dengan baik. Sistim pengelolaannya harus jelas, terbuka, programnya jelas, mempunyai tahapan dan sistimatis Selanjutnya seorang pemimpin harus beriman yang kokoh, beraqidah mantap, berakhlaq mulia, berwawasan Islam jauh kedepan dan luas; serta sangat peduli dengan agamanya. Disamping itu seorang pemimpin harus menguasai medan yang dipimpinnya.


6. LITBANG (Penelitian dan Pengembangan)


Penelitian dan pengembangan (Litbang) merupakan salah satu bagian penting dalam kegiatan pendidikan . Tanpa Litbang, pendidikan akan jalan ditempat (mandeg) dan tidak akan bisa mengikuti perkembangan pendidikan maupun perkembangan zaman dan lingkungan. Untuk dapat memenuhi harapan tersebut nantinya LPH berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya.. Untuk itu LPH berusaha mencari terobosan-terobosan untuk mempermudah dan mempercepat pencapaian tujuan pendidikan. Disamping itu Litbang dapat mengantisipasi perkembangan IPTEK, IMTAQ, pengembangan materi, pembuatan/penyusunan buku-buku, media dan peraga serta memberikan solusi aplikatip.


0 komentar: