KEGIATAN TK AL HIKMAH

Sabtu, 30 Januari 2010

Pendiri Lembaga Pendidikan Al-Hikmah




Malam Pentas Seni Al-Hikmah Group

EMPAT (4) PROGRAM POKOK LEMBAGA PENDIDIKAN AL-HIKMAH ( LPH )

EMPAT (4) PROGRAM POKOK LEMBAGA PENDIDIKAN AL-HIKMAH ( LPH )


1. Pogram Aqidah – Akhlak;

2. Program Akademis (kemampuan intelektual);

3. Program keterampilan, kesamaptaan dan pengamalan;

4. Program semangat juang (jihad).

Keempat program pokok tersebut, dijabarkan dan diaplikasikan pada masing-masing jenjang mulai dari Kelompok Bermain (KB) / Play Group (PG) sampai jenjang SMA, dengan target yang berbeda sesuai dengan tingkat kemampuan siswa di masing-masing jenjangnya.

Keempat program pokok tersebut sudah menyangkut afektip (nilai dan sikap mental), kognitip (pengetahuan), motorik (keterampilan) dan konatif-volitif (semangat juang dan pengamalan).

Selanjutnya disusun target di masing-masing jenjang sesuai dengan kondisi dan tujuan pendidikan yang diharapkan.

KONSEP PENDIDIKAN LEMBAGA PENDIDIKAN AL-HIKMAH (LPH)

1. TUJUAN PENDIDIKAN LPH :

Tujuan pokok pendidikan dan pengajaran di Lembaga Pendidikan Al-Hikmah pada dasarnya ada dua yaitu : menumbuh kembangkan fithrah manusia dan menumbuh kembangkan fungsi manusia sebagai hamba Allah SWT.

Dengan menumbuh kembangkan fithrah manusia , dimaksudkan agar seluruh aktivitas dalam hidup dan kehidupannya ditujukan hanya karena Allah, yaitu menyembah, mengabdi dan beribadah hanya untuk Allah dan hanya karena Allah Swt (51:56, 20:14, 98 : 5). dan selalu berpedoman pada Al-Quran dan Al-Hadits. Diharapkan para siswa memiliki aqidah dan akhlaq mulia, istiqomah dengan tertib dalam ibadah serta memiliki kepedulian (komitmen) terhadap Islam yang tinggi (IMTAQ).

Sedangkan menumbuh kembangkan fungsi manusia, diharapkan agar siswa memiliki kemampuan untuk menjadi kholifah (pemimpin) dimuka bumi (2 : 30), memiliki kemampuan untuk memperhatikan, mengamati, meneliti, menganalisa, mengelola dan memanfaatkan alam semesta , serta berusaha untuk melestarikannya.. Dengan demikian siswa memiliki kemampuan intelektual , keterampilan dan kepedulian social yang baik (IPTEK) Bila kedua tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik, maka insya-Allah siswa-siswa Lembaga Pendidikan Al-Hikmah akan menjadi manusia paripurna (insan kamil), yang memiliki derajat tinggi ( Al-Mujadilah 58 : 11 )

“….. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (58 : 11).

13- …...... Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al-Hujuraat 49 : 13).

Secara lebih konkrit tujuan pendidikan di LPH sama dengan tujuan pendidikan Nasional (membentuk manusia Indonesia seutuhnya), hanya saja setiap jabaran tujuan pendidikan nasional harus diusahakan bernilai Islami. Rumusan tujuan pokok ini dapat dijabarkan secara lebih aplikatif pada setiap jenjang pendidikan mulai Play Group sampai dengan jenjang menengah atas. Pada tiap jenjang harus ada rumusan konkrit, tentang target, sesuai dengan rumusan umum tersebut; bahkan kalau mungkin dirumuskan targetnya disetiap kelas atau tingkat.

Dengan adanya target yang jelas, materi ajar yang akan disampaikan akan makin mudah dipilih dan metodenyapun dapat dipilih sesuai dengan materi, kondisi dan situasi.


2. KURIKULUM PENDIDIKAN LPH


Kurikulum yang digunakan harus relevan dengan tujuan yang ingin dicapai, oleh karena itu LPH berusaha memodifikasi kurikulum DEPDIKNAS, dengan cara substitusi dan integrasi dengan kurikulum DEPAG dan TPQ serta suplemen dari LPH sendiri.

Insya-Allah dengan upaya tersebut diatas diharapkan akan dapat :

a. Meningkatkan dan mengembangkan aktivitas, kreativitas dan kemampuan mengajar guru, serta memberikan kebebasan untuk improvisasi dalam pencapaian target.

b. Memberikan keleluasaan kepada siswa, untuk dapat mengembangkan diri, serta mengungkapkan pendapat dibawah bimbingan guru agar terarah kepada tujuan pendidikan yang dikehendaki.

c. Ditawarkan pula sistim pembelajaran Global Berstruktur dengan Model Qiroati melalui pendekatan keterampilan proses, untuk lebih memantapkan perolehan siswa dalam belajar.

Pembelajaran dengan menggunakan multi metoda dan multi media harus sesuai dengan materi dan kemampuan gurunya.

Untuk melaksanakan pembelajaran dengan multi metoda dan multi media yang relevan dengan upaya pengintegrasian nilai/norma serta materi-materi yang Islami (dengan rujukan Al-Qur’an dan Al-Hadits) kedalam semua bidang pendidikan dan pengajaran maka cara pelaksanaannya harus berpegang pada prisip sebagai berikut :

a. Integrasi nilai-nilai dan materi Islami kedalam semua bidang studi/mata pelajaran yang diajarkan.

b. Lebih menekankan kepada pendidikan dari pada pengajaran.

c. Berusaha menggunakan sistim pembelajaran global berstruktur dengan model Qiroati melalui pendekatan keterampilan proses, untuk melatih kemandirian belajar siswa, agar memperoleh dan menemukan hasil belajarnya sendiri. (Lebih baik memberi kail dari pada memberi ikan)

d. Guru berfungsi sebagai katalisator, motivator, fasilitator dan observator serta berperan sebagai “bapak”, “guru”, “teman” dan “komandan” sesuai dengan situasi dan kondisinya..

e. Dalam setiap pembelajaran harus diupayakan mencakup semua aspek yaitu afektif, kognitif, motorik dan konatif-volitif (jihad/semangat juang).

f. Memberikan keterampilan belajar kepada siswa.

g. Pembelajaran yang selalu menarik minat, rekreatif dan menyenangkan. Bukan pendidikan model buaya dan metode babi.

h. Memberikan pengayaan pada siswa yang maju dan memberikan remidi pada siswa yang lambat belajar.

Kurikulum yang digunakan LPH adalah kurikulum DIKNAS dengan jabaran Islami yang mempunyai sifat inovatif, fleksibel, adaptif - terbuka, berkesinambungan dan maju berkelanjutan..

Inovatif, artinya kurikulum yang selalu berkembang, dengan melakukan berbagai pengayaan materi yang sesuai dengan pokok bahasan (tidak statis).

Fleksibel, artinya dalam pelaksanaannya tidak kaku, selalu disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada.

Adaptif dan terbuka, artinya kurikulum LPH selalu menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan . Jadi kurikulum LPH selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman , namun tetap berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Berkesinambungan dan maju berkelanjutan, artinya kurikulum LPH selalu berkesinambungan antar bidang studi dan maju berkelanjutan antar jenjang; sejak jenjang yang paling rendah sampai jenjang yang paling tinggi. Termasuk berkelanjutan antar tingkat (kelas). dalam suatu jenjang.


3. GURU MUSLIM LPH


Guru merupakan prosesor pertama dan utama serta teladan dan idola bagi siswanya. Guru berusaha membuka akal dan hati dengan ijin Allah Swt. Dengan ijin Allah pula guru menjadikan yang tidak bisa menjadi bisa, yang tidak tahu menjadi tahu, yang buruk menjadi baik dan yang salah menjadi benar. Guru sebagai pengganti orang tua disekolah. Guru di LPH selain sebagai pendidik dan pengajar sekaligus juga berfungsi sebagai da’I, yang insya-Allah juga memiliki keikhlasan dan semangat juang (semangat jihad) yang baik.

Sebagai figur teladan siswa, seorang guru harus bertaqwa kepada Allah dengan memiliki aqidah yang kokoh, akhlaq yang baik, istiqomah dalam ibadah, berwawasan Islam yang luas, tartil baca Al-Qur’an dan berintegritas tinggi.

Disamping itu guru juga harus memiliki kelayakan akademis, menguasai materi, terampil membuat rencana pembelajaran, terampil menggunakan multi metoda dan media, terampil mengelola kelas, memiliki kemampuan berimprovisasi dan pengembangan materi, terampil mengevaluasi, mampu menyampaikan materi, tampil percaya diri, kreatif, dan terampil membuat laporan.


4. SARANA DAN PRASARANA


Sarana prasarana merupakan salah satu faktor yang penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. Kebutuhan ruang yang nyaman dan cukup, perpustakaan, laboratorium, komputerisasi, alat –alat media dan peraga, sarana olah raga, olah rasa (seni), work shop dan lain-lainnya akan lebih mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pendidikan


5. KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN


Secara umum kepemimpinan dan manajemen Lembaga Pendidikan Islam atau sekolah-sekolah Islam masih lemah dan belum memadai. Hal ini selain disebabkan kurangnya SDM yang handal juga karena komitmen SDM muslim yang ada pada umumnya sangat rendah. Disamping itu umat Islam umumnya belum banyak peduli dengan pendidikan, sehingga tidak banyak dana yang digunakan untuk kemajuan pendidikan. Akibatnya tenaga SDM yang baik banyak yang lari mencari penghasilan yang layak. Untuk itu LPH berusaha melakukan pemantauan kemampuan dan bakat serta semangat juang para kader, untuk dibina dan dilatih agar kemampuan kepemimpinan dan manajemennya dapat ditingkatkan, sesuai dengan tugas yang diembannya.

Seorang pemimpin diharapkan mampu menjadi leader sekaligus paham manajerial, supaya dapat mengelola dengan baik. Sistim pengelolaannya harus jelas, terbuka, programnya jelas, mempunyai tahapan dan sistimatis Selanjutnya seorang pemimpin harus beriman yang kokoh, beraqidah mantap, berakhlaq mulia, berwawasan Islam jauh kedepan dan luas; serta sangat peduli dengan agamanya. Disamping itu seorang pemimpin harus menguasai medan yang dipimpinnya.


6. LITBANG (Penelitian dan Pengembangan)


Penelitian dan pengembangan (Litbang) merupakan salah satu bagian penting dalam kegiatan pendidikan . Tanpa Litbang, pendidikan akan jalan ditempat (mandeg) dan tidak akan bisa mengikuti perkembangan pendidikan maupun perkembangan zaman dan lingkungan. Untuk dapat memenuhi harapan tersebut nantinya LPH berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya.. Untuk itu LPH berusaha mencari terobosan-terobosan untuk mempermudah dan mempercepat pencapaian tujuan pendidikan. Disamping itu Litbang dapat mengantisipasi perkembangan IPTEK, IMTAQ, pengembangan materi, pembuatan/penyusunan buku-buku, media dan peraga serta memberikan solusi aplikatip.


FALSAFAH PENDIDIKAN ISLAM


Kewajiban hakiki seorang mukmin atau muslim adalah menjadikan Islam (al-Qur’an dan Al-Hadits) sebagai satu-satunya jalan atau aturan hidup dan kehidupan (way of life). Oleh karena itu aturan hidup (Al-Qur’an dan Al-Hadits) harus berusaha dipelajari, difahami, dihayati dan diamalkan secara utuh dan tuntas semaksimal mungkin dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Tujuannya adalah agar Islam menjadi rahmat bagi setiap individu muslim serta kesejahteraan bagi umat manusia secara umum, sesuai dengan kesemestaan risalah Islam (rahmatan lil ‘alamin).

Upaya yang dilakukan adalah melalui dunia pendidikan yaitu dengan prinsip pendidikan seumur hidup. (“Mencari ilmu wajib bagi laki-laki dan perempuan muslim sejak lahir sampai mati”. Al-Hadits). Setiap konsepsi pendidikan selalu bertumpu pada pandangan atau asumsi dasar tentang “manusia”. Darimana manusia itu, untuk apa manusia diciptakan dan kemana selanjutnya setelah matinya ?

Jawaban atas pertanyaan dari mana, untuk apa dan kemana selanjutnya manusia , akan menentukan falsafah dan corak pendidikan yang dianut seseorang atau golongan. Jawaban atas pertanyaan tersebut juga menyangkut pandangan dan keyakinan tentang hakekat dan tujuan keberadaan manusia didunia ini serta makna dan tujuan hidupnya dalam hubungannya dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitarnya. Misalnya bila ada anggapan bahwa seorang anak lahir dengan membawa dosa turunan, maka konsepsi pendidikan yang dianutnya adalah bagaimana membebaskan anak dari dosa turunan itu. Bila ada pemikiran bahwa perkembangan anak atau manusia karena faktor lingkungan semata (faktor eksternal anak) maka paham demikian ini akan menganggap bahwa pendidikan itu “maha kuasa” dan si pendidik menganggap dapat membentuk anak menurut kemauannya (paham behaviorisme). Selanjutnya bila ada yang mempunyai pendapat bahwa dalam diri anak yang baru lahir telah mempunyai semua potensi dan sifat bawaannya pendidik tinggal menyediakan lingkungan untuk berkembangnya potensi dan sifat bawaannya itu. (paham idealisme)..

Sedangkan menurut Islam sangat jelas diterangkan tentang kejadian manusia (darimana asal manusia) , tujuan diciptakannya, amanah dan tanggung jawab yang dipikulnya serta kemana dan bagaimana setelah matinya.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (At-Tin 95 : 4).

”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.(An-Nahl 16 : 78).

Manusia lahir dengan berbagai potensi pemberian Allah yang masih harus dikembangkan.

Manusia ciptaan Allah yang terdiri dari jasad dan ruh, yang lahir dalam keadaan fithrah, yang mempunyai kemungkinan menjadi orang yang taqwa atau orang yang banyak berbuat dosa akibat dari pengaruh lingkungan, baik lingkungan yang mendukung maupun lingkungan yang menghambat/merusak pendidikan.

Anak adalah amanah Allah kepada orang tua, bila diabaikan akan menjadi malapetaka dan bila dididik akan menjadi investasi. Karena anak adalah amanah Allah, maka seluruh aktivitas pendidikan Islam harus sesuai dengan kehendak Allah dalam penciptaannya dan sesuai dengan amanah –Nya. Atau sama dengan tujuan hidup seorang muslim.


Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah/beribadah kepada-Ku.

(Adz-Dzaariyaat :56). Disamping itu juga ditugasi sebagai khalifah di Bumi. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". …… (Al-Baqarah 2 : 30).

Dari penjelasan singkat tentang falsafaf pendidikan Islam tersebut diatas maka disusunlah konsep pendidikan Islam di Lembaga Pendidikan Al-Hikmah yang meliputi :

1. Tujuan pendidikan Islam

2. Kurikulum pendidikan Islam

3. Guru muslim

4. Sarana dan prasarana

5. Kepemimpinan dan manajemen

6. Penelitian dan pengembangan (Litbang)

Hanya kepada Allah semata kami bermohon dan berharap pertolongan , petunjuk serta rahmat semoga Allah Swt. ridho terhadap apa yang kami usahakan dan rencanakan yaitu berusaha mendirikan Lembaga Pendidikan Al-Hikmah dari tingkat Kelompok Bermain sampai dengan SMA

VISI DAN MISI LEMBAGA PENDIDIKAN AL-HIKMAH (L P H)

VISI DAN MISI LPH

VISI :

Lembaga Pendidikan Al-Hikmah Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang adalah lembaga pendidikan yang seluruh aspek kegiatannya mengacu pada nilai-nilai Islam dengan dasar Al-Qur’an dan Al-Hadits.

MISI :

Berdakwah melalui pendidikan dan berusaha membantu orang tua mewujudkan anak-anak yang sholih dan sholihah yang memiliki ketaqwaan (aqidah) yang mantab, berakhlaq mulia, memiliki kemampuan intelektual (akademis) yang tinggi, berketerampilan dan berkesamaptaan yang baik, peduli dengan agamanya, peduli dengan lingkungan sosialnya serta siap hidup menatap zamannya dimasa mendatang dengan ridho Allah Swt. InsyaAllah.

Sekilas Tentang LEMBAGA PENDIDIKAN AL-HIKMAH (LPH) DS. GODONG, KEC. GUDO, KAB. JOMBANG

Sekilas Tentang

LEMBAGA PENDIDIKAN AL-HIKMAH (LPH)

DS. GODONG, KEC. GUDO, KAB. JOMBANG

“ Keluarga (orang tua) adalah sebuah sekolah;

yang jika engkau mempersiapkannya berarti

engkau telah ikut mempersiapkan SDM suatu

bangsa yang mempunyai akar-akar yang baik ”

Penyebab pokok timbulnya kenakalan anak, rusaknya akhlak dan hilangnya kepribadian mereka adalah karena keteledoran kedua orang tua dalam membimbing, mengarahkan dan mendidik anak.

Tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak dalam rangka menyiapkan suatu generasi mendatang sangat besar, karena merekalah yang selalu berdampingan dengan anaknya semenjak anak dilahirkan hingga tumbuh besar dan mencapai usia yang layak untuk memikul tanggung jawab.

Semua bayi lahir dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalah yang bertanggung jawab apakah ia nanti menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi”

(Al-Hadits).

.Kebersamaan kedua orang tua dalam mempersiapkan generasi dan mendidik anak, sangat penting. Jika kedua orang tua melalaikan pendidikan anak-anaknya karena sibuk berkarir dan bekerja, maka anak akan tumbuh sebagai anak “yatim” dan hidup sebagai anak terasing dalam keluarganya sendiri. Bahkan secara tidak langsung mereka akan menjadi penyebab kerusakan umat. Hal ini dimungkinkan pula karena orang tua tidak memiliki cukup pengetahuan tentang cara-cara mendidik anak agar menjadi anak yang sholih dan sholihah yang memiliki kemampuan intelektual dan keterampilan yang baik. Terutama bagi saudara-saudara kita di pedesaan.

Allah Swt. berfirman dalam surat An-Nisa’ (4 : 9) : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah (lemah aqidah, akhlaq, ilmu, ekonomi, fisik dan lain-lain), yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, tidak bisa diingkari bahwa banyak orang tua yang kehabisan waktu untuk mendidik anak-anaknya karena sibuk bekerja untuk mencari nafkah; sehingga melalaikan tugas pokok yang sangat penting yaitu menyiapkan anak-anaknya , agar menjadi anak yang kuat.

Oleh karena itu, dalam rangka meringankan beban dan tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya, Lembaga Pendidikan Al-Hikmah Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang; berusaha membantu melaksanakan amanah suci kedua orang tua dengan mendidik dan mengarahkan putra-putri kita agar menjadi anak yang sholih dan sholihah yang memiliki ketaqwaan (aqidah) yang mantab, berakhlaq mulia, memiliki kemampuan intelektual (akademis) yang tinggi memiliki keterampilan dan kesamaptaan yang baik, peduli dengan agamanya, lingkungan sosialnya serta siap hidup menatap zamannya dimasa mendatang dengan ridho Allah SWT. Amin.

SUSUNAN PENGURUS LEMBAGA PENDIDIKAN AL HIKMAH

SUSUNAN PENGURUS HARIAN

LEMBAGA PENDIDIKAN AL-HIKMAH

DESA GODONG, KECAMATAN GUDO, KABUPATEN JOMBANG

PERIODE 2008 s.d 2013



Ketua Lembaga : Ir. H. Suhadi Djami’in

Wk. Ketua Lembaga : Drs. Andik Basuki Rahmat

Direktur Sekolah Al-Hikmah : Sardani, S.Pd

Asdir I Bidang Pendidikan : Asma’i S.Pd

Asdir II Bidang Administrasi : Siti Zulaikah S.Pd

Asdir III Bidang Kesiswaan dan Sarana : Ikhwan S.Pd

Asdir IV Bidang Kehumasan : Achmad Zazuli